Game Pengembang Pertama di Indonesia yang telah Berkarya Sejak 1989

62

Permainan industri di Indonesia dapat terbilang jauh melebihi negara maju seperti Amerika Serikat atau Jepang. Tapi, kemunculannya mengembangkan cukup cepat pada masa kejayaan platform Flash, bahkan semakin besar untuk mengakses permainan  dipermudah platform mobile seperti Android atau iOS. Kini berbagai judul game seperti Warung Chain, Tahu Bulat, DreadOut , dan lainnya mulai bermunculan di media lokal, bahkan internasional.

Mengutip semboyan populer dari Presiden Soekarno pada pidato terakhirnya pada 17 Agustus 1966, “Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah!” Game industri Indonesia pun memiliki sejarah menarik yang menarik untuk dibahas.

Semua pertanyaan tersebut saya coba ungkap melalui artikel seri Sejarah Game Indonesia yang akan dirilis secara berkala, tanpa waktu tetap. Karena bangsa yang baik adalah bangsa yang selalu mengingat sejarahnya, dan tentu saja kita semua bisa belajar banyak untuk masa depan industri permainan lokal dari kisah-kisah yang telah lalu.

Tanpa panjang lebar lagi, selamat menikmati napak tilas industri game Indonesia.

Game pengembang pertama dalam negeri 

(Wawancara untuk artikel ini dilakukan pada awal 2017, beberapa hal, seperti posisi yang disetujui, mungkin telah berubah sejak wawancara berlangsung).

Jika ditanya siapa yang membantunya senior atau sesepuh industri game Indonesia, orangutan orang akan mengutip nama-nama seperti Touchten Games, Toge Productions, Agate Studios, dan beberapa kelompok atau individu lainnya. Jika berbicara dengan orang-orang yang lebih paham tentang industri game lokal, yang muncul mungkin menentang nama-nama lain seperti Menara Games, Altermyth, ArtLogic, dan Matahari Studios.

Beberapa media populer di tahun 2000-an pernah memberikan predikat Bapak Game Indonesia dan Game Pertama Asli Indonesia untuk David Setiabudi dari DivineKids, salah satu studio game paling senior yang sampai saat ini masih aktif dibuat.

https://id.techinasia.com/agustinus-nalwan-developer-game-pertama-indonesia

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top